Pengembangan Objek Wisata Pulau Jemur, Rohil Butuhkan Bantuan Pemprov dan Pusat

Image
Friday, 20 October 2017 | 06:20:02 WIB 319

nusapos.com-PULAU JEMUR yang terletak di Kecamatan Pasir Limau Kapas, merupakan destinasi wisata handalan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Namun, sayangnya gugusan pulau terluar yang langsung berbatasan dengan Selat Melaka ini belum maksimal dikelola.

Melihat kemampuan APBD Rohil yang terbatas, harus dibantu bersama oleh Pemerintah Provinsi Riau maupun pusat dalam pengelolaan Pulau Jemur, sehingga pulau yang sudah dikenal keindahan alamnya ini dapat termanfaatkan keberadaannya, serta menjaga klaim dari negara tetangga.

"Pulau Jemur memang destinasi handalan kita. Namun kalau hanya mengandalkan APBD Rohil yang terbatas, tak mungkin dapat 
terkelola dengan baik," kata Bupati Rohil, Suyatno kepada wartawan, usai menjadi pembicara di kesempatan Riau Invesment Forum di Balai Dang Merdu, Menara Bank Riaukepri, Pekanbaru, Senin (16/10/17).

Di antara infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan destinasi wisata Pulau Jemur tersebut, yakni membangun dermaga 
serta tower dibibir pantai. Dua infrastruktur ini sangat dibutuhkan untuk mendukung Pulau Jemur sebagai destinasi wisata handalan. "Membangun dermaga dan tower. Ini yang kita butuhkan. Tapi kan anggaran kita terbatas," ujar Suyatno.

Suyatno berharap, keinginannya untuk mengelola Pulau Jemur lebih serius lagi, bisa direspon pemerintah provinsi dan pusat.  Hal itu juga dimaksudkan untuk menjaga Pulau Jemur dari klaim dari negara tetangga yang sebelumnya pernah terjadi beberapa waktu lalu, karena minimnya perhatian pemerintah.

Belum disahkannya RTRW Provinsi Riau oleh pemerintah pusat juga berpengaruh terhadap Kabupaten Rohil yang  memiliki banyak 
potensi termasuk sektor pariwisata. Potensi yang besar itu, tidak didukung dengan kebijakan yang selaras dengan kebutuhan, yang menyebabkan belum terbitnya perizinan untuk investasi.

"Bagaimana kita mau mengeluarkan izin lokasi usaha, karena RTRW belum juga sah. Kalau pun sudah disetujui DPRD Riau, tapi 
pemerintah pusat masih melakukan pengkajian, ini salah satu kendala kita," sebut Bupati Suyatno.

"Kita bangga punya potensi yang besar, bukan hanya dari sisi ekonomi tapi juga pariwisata seperti Pulau Jemur. Semua orang sudah mengakui Pulau Jemur sebagai mutiara yang terpendam di Rokan Hilir, yang jika dikembangkan akan melahirkan potensi yang luar biasa. Dan karena itu juga banyak investor yang ingin mengembangkan, sayang izin usaha belum bisa kita berikan mengingat RTRW daerah belum tuntas. RTRW ini dasar kita untuk memberi izin usaha," keluh Suyatno.

Eksotisnya panorama Pulau Jemur

Selain itu, tambahnya, untuk mengembangkan Pulau Jemur, tidak hanya dengan mendatangkan investor, tapi juga perlu dukungan infrastruktur terutama jalan atau akses menuju lokasi. Saat ini jalannya belum memadai, jalan ada tapi tidak layak seperti Jalan Dumai-Sinaboi, ini merupakan akses penting di kawasan pesisir.

Transportasi
Di tengah keterbatasan dana yang ada, guna pengembangan Pulau Jemur menjadi objek wisata Rohil yang tentu saja diharapkan 
mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD),  Pemkab Rohil telah menyediakan sarana transportasi berupa speedboat dan ferry 
cepat menuju Pulau Jemur. Bersama pemilik kapal, Pemkab telah memutuskan tarif transportasi menuju pulau yang terletak di 
Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) itu sebesar Rp350 ribu per orang. 

"Eksotis Pulau Jemur menjadi wisata bahari andalan kita. Pada Desember nanti akan kita luncurkan, dan bagi masyarakat yang 
mau ke Pulau Jemur sudah kita sediakan transportasi, di mana tarifnya kita tetapkan Rp350 ribu per orang," ujar Pelaksana 
Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Rohil H Surya Arfan di Bagansiapiapi, Rabu (23/11/16) lalu.

Menurutnya, banyak pesona yang ditawarkan oleh salah satu gugusan Kepulaan Arwah ini, di antaranya berenang di bibir pantai, menyaksikan penyu bertelur, dan melihat tukik (anak penyu hijau, red). "Selain itu, Pemkab juga menyiapkan lima unit boat untuk digunakan memancing oleh wisatawan yang berkunjung ke Pulau Jemur," beber Surya Arfan.

Dia menambahkan, secara bertahap berbagai fasilitas akan dilengkapi, bahkan jika memungkinkan untuk menginap juga akan disiapkan. "Mess yang dibangun berbentuk kamar sudah ada, hanya saja perlu perbaikan karena sudah lama tidak ditempati," sebut Surya Arfan.

Pulau Jemur berada dekat Selat Malaka yang memiliki pemandangan menawan, namun bagi wisatawan pergi ke sana harus siap 
handphone tidak akan berdering, karena belum ada jaringan. "Kita juga tengah upayakan ini untuk provider penyedia layanan yang mau membuat tower, dan kita akan siapkan lahannya," lanjut Surya lagi.

Di Pulau Jemur terdapat pos navigasi, pos AL serta mess Pemkab Rohil mana di dalamnya juga terdapat bangunan tua masa penjajahan Belanda, serta Makam Prajurit Trikora. Sementara warna pasirnya khas, yakni berwarna putih di sepanjang pantai.

Surya Arfan menjelaskan, pulau dekat Selat Melaka ini masih banyak pulau-pulau lainnya, di antaranya Pulau Batu Mandi yang 
terdapat  mercusuar yang dibangun pemerintah, hanya saja pulaunya kecil dan sangat tidak mungkin dikunjungi, karena kapal akan  sulit merapat sebab banyaknya batu kapur. Selain tiga pulau itu, juga terdapat pulau kecil lain seperti Pulau Pertandangan, Pulau Batu Adang, Pulau Batu Berlayar, Pulau Tokong Mas, Pulau Tokong Simbang, serta Pulau Tokong Pucung.

Itulah eksotisnya kawasan wisata Pulau Jemur yang tiada bandingnya di Provinsi Riau yang apabila dikembangkan bukan tidak ungkin menjadi objek wisata yang handal dan menjadi primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.


Sumber : diskominfo rohil

Laporan : -

Editor : Red


loading...
Post
rohil
Post
rohil
Post
Riau
Post
Nasional
Post
rohil

Pemkab Rohil Dukung Wacana Pemekaran

1 tahun yang lalu 927
Post
Nasional
Post
rohil

Pujud di Jadikan Pilot Projet Cabai

1 tahun yang lalu 678