Surau TV

Banner

Tera Ulang dan Kerajinan Tenun Untuk Tingkatkan PAD Rohil

Image
Saturday, 12 November 2016 | 15:10:48 WIB


Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rohil akan menjadikan tera ulang timbangan dan tenun sebagai salah satu pendapatan asil daerah (PAD) negeri seribu kubah pada tahun 2017 mendatang. Pasalnya, saat ini tera ulang yang dulunya dikelola oleh propinsi riau akan diserahkan kepemerintah daerah dan akan dimulai dikelola awal tahun depan.

"Saat ini pemkab Rohil telah membangun kantor metrologi dibatu enam. Selain itu tenaga teknisnya juga telah disekolahkan agar nantinya mampu mengelola tera timbangan tersebut dengan baik," Kata Kadisperindag Rohil, H Syafruddin HS di Bagansiapiapi.

Dikatakan, Tera ulang timbangan memang hanya dilakukan satu tahun sekali, namun jumlahnya mencapai puluhan ribu dari pelaku usaha yang ada dikabupaten Rohil. Nah, jika ini dimanfaatkan dengan maksimal maka tidak tertutup kemungkinan akan mampu menambah penghasilan daerah disektor perdagangan," Ujarnya.

Ditambahkan, Ia juga mengatakan kalau para pedagang diwajibkan untuk melakukan tera ulang, jika tidak dilakukan maka akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk penganggaran timbangan bagi pedagang dipasaran juga sudah dilakukan karena berjualan tidak lagi dibenarkan memakai timbangan kue berwarna orange.

"Kita tidak akan melakukan penarikan timbangan orange itu begitu saja, makanya pada tahun 2017 nanti baru kita lakukan penarikan dengan menggantinya dengan timbangan baru," Jelasnya.

Ia juga menyebutkan, Pada tahun 2017 nanti kita juga melakukan pembinaan terhadap penenun yang selama ini dibina oleh lembaga adat melayu (LAM) Rohil.Dimana penenun itu akan diambil alih oleh disperindag dan dilakukan pembinaan."kita punya tenaga tenun yang jumlahnya belasan orang, jadi nantinnya akan kita bina dan hasilnya bisa kita jual untuk menambah pendapatan daerah," pungkasnya.

*IKM Dibekali Ilmu Pengelolaan Sampah

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) terus memberikan bekal ilmu kepada Industri Kecil Menengah (IKM) terutama kemampuan dalam pengelolaan dan mengembangkan potensi sampah menjadi barang yang berharga. Pasalnya, IKM dinilai mampu memberikan kontribusi secara nyata terhadap perkembangan perekonomian masyarakat.

"Saat ini setidaknya sudah ada 35 pelaku IKM dikabupaten Rohil kita berikan bekal kemampuan dalam pengelolaan sampah. Dimana sampah-sampah itu diolah dengan menggunakan ilmu teknologi menjadi pupuk organik yang tentunya sangat banyak dibutuhkan oleh masyarakat," Kata Kadisperindag Rohil, H Syafruddin HS di Bagansiapiapi.

Disebutkan, Saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan ilmu dalam rangka mencari peluang-peluang usaha. "Jangan sampah itu dilihat hanya pada kotoranya saja, akan tetapi pundi-pundinya bisa menghasilkan uang," Katanya.

Pemberian pembekalan ini katanya adalah dalam rangka untuk memberikan arahan yang jelas untuk optimalisasi sumber daya manusia (SDM). Sehingga nantinya dapat berfungsi dalam meminimalkan hambatan dan permasalahan para pelaku usaha. Nah, Ilmu yang telah kita berikan itu hendaknya bisa diberikan kepada pelaku usaha dan masyarakat lainnya yang belum mendapatkan pelatihan dari pemkab Rohil," Ujarnya.

 
*Bangun Gedung Batik di Ujung Tanjung

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) dalam waktu dekat akan membangun gedung batik dikepenghuluan Ujung tanjung. Pasalnya, Batik hasil kerajinan tangan negeri seribu kubah ini sudah banyak dilirik dan diminati oleh masyrakat.

"Batik Rohil memiliki motif khusus yakni berbentuk ciri khas budaya melayu riau. Sayangnya, hasil kerajinan itu saat ini masih belum bisa dipasarkan karena belum adanya gedung permanen Batik," Kata Kadiskop Ukm Rohil, Jon Syafrindow belum lama ini, di Bagansiapiapi.

Dikatakan, saat ini hasil kerajinan batik baru setakat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, kalau gedung batik sudah berdiri dan mempunyai modal yang cukup maka hasil kerajinan batik akan kita perbanyak dan dipasarkan keluar daerah maupun manca negara," Ujarnya.

Jon mengatakan sebelum hasil kerajinan itu dipasarkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembinaan terhadap anggota yang menekuni pembuat batik dengan membuat berbagai pelatihan, "ujarnya.

Ia mengakui kalau tahun 2014 lalu pihaknya juga telah melakukan pelatihan terhadap anggota pembuat batik disurakarta tepatnya dikecamatan Serengan. "untuk tahun ini kita hanya melakukan pelatihan terhadap 15 Anggota koperasi pembuat batik di Bagansiapiapi saja, insaallah ditahun berikutnya akan dilakukan pelatihan diluar daerah dengan tujuan agar anggota koperasi kita bisa belajar dari pembuat batik yang ada diluar Rohil," Tuturnya.

Mengenai pembangunan gedung batik menurut Jon seharusnya sudah dibangun tahun ini diujung tanjung, kecamatan Tanah putih. namun karena adanya berbagai kendala membuat pembangunan gedung batik itu tidak terlaksana dan tidak sempat dilakukan pelelangan. "insaallah kalau tidak ada halangan dan kendala, tahun depan gedung batik sudah berdiri diujung tanjung," pungkasnya. (Adv/Hms/af)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...
Post

Wabup Siak Tutup MTQ Siak

1 tahun yang lalu