Pak Bupati, Warga Miskin Kab. Rokan Hilir Tinggal di Gubuk

Image
Thursday, 05 May 2016 | 07:56:10 WIB 568

ROKAN HILIR - Tampaknya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir harus bekerja lebih keras dan  lebih jeli lagi dalam memperhatikan nasib warganya. Pasalnya, dari sekian banyak penduduk di Rohil, masih ada warga yang tinggal di rumah yang tidak layak huni. Bahkan lebih layak  disebut sebagai 'kandang ayam'. Yang lebih membuat miris, warga tersebut sudah tinggal  bertahun-tahun di tempat itu. Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) yang tiap tahun digelontorkan dananya oleh Pemerintah Kabupaten Rohil, tidak dirasakan oleh Siti Ati  (43).

Rumah yang ia tempati sangat memprihatikan. Dengan ukuran sekitar 2 x 4 meter dan masih beralaskan tanah, dinding rumah yang terbuat dari terpal bekas, lantai rumah beralaskan tanah dan Atap rumahnya terbuat Goni bekas. Rumah yang terletak di Kecamatan Pekaitan  Kelurahan Pedamaran, tergolong sangat tidak layak disebut sebagai tempat tinggal.

Kondisi di dalam rumah pun sangat memprihatinkan. Sempit, pengap, gelap bahkan tidak ada perkakas rumah tangga seperti hunian pada umumnya. Saat hujan deras turun, Siti Ati juga selalu was-was, karena dapat dipastikan atap rumahnya bocor.

"Mau bagaimana lagi kita tidak punya apa-apa. Bapak (suami) juga sudah sakit-sakitan, tidak  ada yang membantu," tutur Siti Ati saat menceritakan nasib hidupnya. Ironisnya, Siti Ati selama ini tidak pernah mendapat bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah. Begitu juga dengan bantuan untuk warga miskin lainnya, seperti bantuan dana program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang merupakan bantuan kompensasi kenaikan harga BBM.

"Kalau ada (bagian rumah) yang rusak ya diperbaiki sendiri," ungkapnya. Meski hidup seperti ini, Siti enggan untuk menggantungkan hidup pada kebaikan dan pemberian orang.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia menanam sayur dan bertani cukup untuk makan saja, dan mendodos Sawit peninggalan ayahnya, Penghasilan yang didapatnya tidak tidak sepadan dengan kebutuhan sehari-hari, "Dapatnya Rp 50 ribu - Rp 100 ribu satu kali nodos, juga tidak setiap hari," tuturnya.

Semoga saja, pemerintah Rohil segera dapat membantu dan meringankan beban ibu Siti Ati, setidaknya dengan memberikan beliau rumah layak huni.

(nusapos.com/Andra/rls)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Riau
Post
Riau

Silakan Syiah Pergi dari Riau !

1 tahun yang lalu 1104
Post
Riau
Post
Riau
Post
Nasional
Post
Nasional
Post
Nasional

Harga Minyak Dunia Kembali Turun

1 tahun yang lalu 733
Post
Riau

7 Tips Agar Anak Suka Berkebun

1 tahun yang lalu 709