Pembagian DBH Migas Menurun, Pemprov Riau Andalkan Pariwisata

Image
Monday, 11 January 2016 | 01:35:14 WIB 984

Pekanbaru- Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2016 berkurang akibat menurunnya harga minyak dunia. dengan berkurangnya DBH ke pemerintah Provinsi Riau, maka di beritakan sebelumnya Plt Gubri membatasi perjalanan dinas luar yang bersifat seremonial, dan meminta kepada SKPD terkait untuk meningkatkan PAD Daerah.

"Solusinya sekarang ini kencangkanlah ikat pinggang. Kita mulai bagaimana melakukan efisiensi anggaran serta memaksimalkan PAD," kata Asisten II Setdaprov Riau Masperi, Jumat (8/1/16).

Selain PAD, pemrov Riau juga akan mengevaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum bisa berkontribusi terhadap daerah, kecuali Bankriaukepri. "  perusahaan berplat merah ke depan tak lagi bisa berpikir untuk diri sendiri, tetapi harus berpikir bisnis yang berkontribusi terhadap daerah" hal ini di ungkapkan Masperi beberapa waktu lalu.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) akan fokus terhadap pengembangan Objek Wisata yang ada di provinsi riau. Disparekraf juga telah memetakan 21 titik lokasi Air Terjun  yang ada di lima Kabupaten Kota di Riau. dan tahun 2016 ini pengerjaan pengembangan Sektor Wisata akan dimulai.

Pengembangan Sektor Wisata Candi Muara Takus

Sejalan dengan peningkatan dalam bidang sektor wisata, pemerintah provinsi riau memastikan akan menggelontorkan dana 20 Milyar untuk perbaikan jalan menuju Candi Muara Takus, hal ini dibenarkan oleh kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau Syafril Tamun.

"Jalan itu memang sudah lama masuk dalam program kita. Tapi baru tahun ini bisa diakomodir di APBD. Selain diperlebar, akses jalan ini nanti akan menggunakan sistem beton atau ridgid," ujarnya, Minggu (10/1/2016)

Hal senada diutarakan anggota Komisi E Masnur yang notabene berasal dari Dapil Kampar."Maret ini pengerjaan jalan itu akan segera dilakukan, karena dalam APBD Murni juga sudah dianggarkan, sebanyak Rp20 miliar," jelas Masnur.

Pengembangan  Obyek Wisata Bono

Di samping itu di tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Budaya Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) berencana akan mengembangkan objek wisata bono. pengembangan di lakukan dengan dibangunnya turap untuk melihat gelombang Bono di Kecamatan Teluk Meranti sepanjang 200 meter.

" Ya, pembangunan turap objek wisata gelombang Bono ini akan dibangun sepanjang 200 meter. Meski kita belum tahu secara pasti total dana yang didapatkan dari APBD Riau ini, tapi informasi yang saya dapat dari Pemprov Riau, dananya kalau tidak salah sebesar Rp 5 milyar," ujar Kepala Disbudparpora Pelalawan Drs H Zuklifli SAg MSi, Minggu (10/1) di Pangkalan Kerinci.

Saat Di Konfirmasi, Disbudparpora Zulkifli menjelaskan ada beberapa jumlah infrastruktur pengembangan bono yang akan di lanjutkan, di antaranya pembangunan Gedung Tourism.

" Kemudian, juga pembagunan Jalan Lintas Bono tahun 2016 ini akan segera terealisasi. Sedangkan dananya sekitar 40 Milyar untuk membangun jalan lintas Bono sepanjang 7 kilometer. Hanya saja, untuk pembangunan jalannya di titik mana, sampai saat ini kita belum mengetahui karena itu wewenang Dinas Cipta Karya Provinsi. Namun demikian, tentunya titik pembangunan jalan Lintas Bono ini atas usulan kita. " pungkasnya. (fr/van)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...